Banda Aceh
Beranda | Menjaga Idealisme Mahasiswa: Dari Kepentingan Publik, Bukan Transaksi Politik

Menjaga Idealisme Mahasiswa: Dari Kepentingan Publik, Bukan Transaksi Politik

Win Farhan Abdillah

LINEAR.CO.ID | BANDA ACEH Mahasiswa yang menukar sikap kritis dengan kepentingan politik adalah pengkhianat nurani intelektual. Gerakan mahasiswa kini berada di persimpangan serius: tetap berdiri sebagai pembela kepentingan publik, atau tenggelam sebagai alat transaksi politik yang dibungkus narasi perjuangan.

Mahasiswa bukan properti elite politik. Setiap aksi, pernyataan, dan simbol perlawanan yang lahir dari pesanan adalah bentuk pembusukan gerakan. Ketika idealisme digadaikan demi keuntungan sesaat, maka yang runtuh bukan hanya marwah mahasiswa, tetapi juga harapan masyarakat terhadap perubahan.

Fenomena gerakan mahasiswa yang dilakukan untuk kepentingan politik praktis tidak bisa lagi ditutupi. Dukungan berbayar, mobilisasi massa pesanan demi kepentingan tertentu, adalah kejahatan moral yang mencederai sejarah panjang perjuangan mahasiswa.

“Gerakan yang dikendalikan oleh keuntungan dan kepentingan bukan lagi perlawanan, itu penipuan publik,” ujar Win Farhan Afdillah

Mahasiswa harus berani melakukan perlawanan ganda: melawan ketidakadilan , dan melawan pembusukan dari dalam barisan sendiri. Sikap netral palsu dan kompromi pragmatis yang opurtunis demi kepentingan pribadi semata hanya akan melahirkan gerakan yang kehilangan arah dan keberanian

UMP Aceh 2026 Resmi Naik 6,7 Persen, Gaji Minimum Tembus Rp 3,9 Juta

Independensi bukan jargon, tetapi prinsip yang tidak bisa ditawar. Mahasiswa wajib menolak segala bentuk transaksi politik, baik yang terang-terangan maupun yang dibungkus kepentingan organisasi. Diam terhadap praktik tersebut sama dengan ikut menikmati pembusukan.

Jika mahasiswa berhenti berpihak pada rakyat, maka mahasiswa tidak lebih dari alat legitimasi yang berkepentingan. Sejarah akan mencatat dengan tegas: siapa yang melawan, dan siapa yang memilih menjual idealismenya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat keras bagi dunia kemahasiswaan agar tetap menjaga jarak dari kepentingan politik praktis. Di tengah dinamika demokrasi dan kontestasi kekuasaan, independensi mahasiswa dinilai sebagai fondasi utama agar gerakan tetap berpihak pada kepentingan publik dan nilai keadilan sosial.

×
×