LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 32 Gampong Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara, melakukan kunjungan edukatif ke salah satu usaha pembuatan batu bata tradisional milik warga setempat, yang dikelola oleh Bapak Ismail salah satu warga setempat.
Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait potensi ekonomi lokal desa, khususnya usaha pembuatan batu bata tradisional yang masih mempertahankan metode manual dan kearifan lokal. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN belajar langsung mengenai tahapan pembuatan batu bata, mulai dari pengolahan tanah liat, proses pencetakan, pengeringan, hingga pembakaran sebelum siap dipasarkan.
Beliau menjelaskan bahwa usaha pembuatan batu bata tradisional ini merupakan usaha turun-temurun yang telah dijalankan sejak lama.
Proses produksi membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang, tergantung pada jumlah pesanan serta kondisi cuaca. Batu bata yang dihasilkan dikenal memiliki kualitas baik dan telah dipasarkan tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga ke berbagai daerah.
“Alhamdulillah, usaha pembuatan batu bata ini sudah dikenal luas. Pesanan datang dari berbagai daerah bahkan Provinsi. Keuntungan per tahun bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Bapak Ismail.
Kepala Desa Paloh Igeuh,Teungku Banta Khairullah, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan mahasiswa KKN UNIMAL yang dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi gampong, khususnya usaha berbasis kearifan lokal. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih peduli, mencintai, dan mengembangkan potensi usaha lokal yang ada di desa.
Kegiatan mahasiswa KKN ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nurhasanah, S.E., M.Si, Ak Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kearifan lokal serta potensi ekonomi desa.
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNIMAL dalam mendukung pengembangan usaha batu bata tradisional yang berkelanjutan serta peningkatan perekonomian masyarakat desa.


