Berita
Beranda | Rosmalia Jahyani Siswi Berprestasi yang Hidup Dalam Keterbatasan

Rosmalia Jahyani Siswi Berprestasi yang Hidup Dalam Keterbatasan

Rosmalia Jahyani

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Rosmalia Jahyani putri adalah siswa berprestasi dan membanggakan kedua orang tuanya yang hidup dalam serba keterbatasan.

Ya! Rosmalia Jahyani adalah putri pertama dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri Ismail HS, dan Satina.S .

Dia merupakan siswa Madrasah Aliah Swasta (MAS) Kecamatan Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) peraih juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh di bidang studi Matematika tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beralas kayu.

Meski lahir dari keluarga sederhana dan tinggal di RTLH yang beralas kayu, di Gampong Muka Blang, Kecamatan Kuala Batee, siswi kelas II MAS Kuala Batee ini mampu membuat kedua orang tua bangga dan mengharumkan nama sekolahnya.

Bukan hal yang mudah bagi seorang peserta untuk meraih prestasi, apa lagi tingkat provinsi. Dengan segala keterbatasan di segi ekonomi, di dorong ketekunan dan doa orang tuanya Rosmalia Jahyani mampu meraih juara II di KSM tingkat Provinsi Aceh dua minggu yang lalu.

Kejari Abdya Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Korupsi Pabrik Es Dinas Kelautan dan Perikan

Satina.S, ibu dari Rosmalia Jahyani saat di temui di kediamanya, Senin (19/9) mengatakan, sebagai orang tua sudah tentu bangga dengan apa yang di raih putrianya itu.

โ€œSebagai orang tua saya bangga dengan prestasi yang di raihnya, walapun saya belum mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya seperti orang tua yang lain. Meski begitu, saya dan suami tetap berusaha yang terbaik untuk masa mereka kedepan,โ€ ucap Satina.

Diceritakannya, untuk memenuhi kebutuhan ruamah tangga mereka. Satina terpaksa bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di kantor keuchik setempat dengan upah Rp 500 ribu per bulannya. Karena belum memiliki rumah pribadi, mereka terpaksa tinggal di rumah saudaranya yang beralas kayu dengan atap daun rumbia.

โ€œUntuk membantu suami mencari nafkah demi kebutuhan keluarga saya juga bekerja sebagi pembersih di kantor keuchik, pekerjaan suami saya serabutan, kadang diajak warga untuk memotong sawit, kadang ke sawah,โ€ jelasnya.

โ€œKami sudah 13 Tahun tinggal di rumah ini sejak Tahun 2008 yang lalu hingga skarang. Saat ini kami belum bisa membangun rumah sendiri meskipun tanah sudah ada.

Haji Uma Serahkan Bantuan Kain Sarung untuk Korban Banjir di Gayo Lues

Katanya, kemarin banyak orang yang meminta foto copy KK dan KTP yang bertujuan untuk membantu mendapatkan rumah bantuan,โ€ tuturnya.

Dia mengaku, setelah diminta data hingga sekarang belum ada tanda-tanda mendapatkan rumah bantuan dan sentuhan dari pemerintah โ€œMungkin belum rezeki kami,โ€ ucapnya sambil menunduk ke bawah.

โ€œSemoga Allah memberikan ketabahan bagi kami dan kemudahan rejeki untuk membangun rumah nantinya di tanah yang sudah kami siapkan. Kami tidak mau berharap apa-apa dari pemerintah, kalau memang rezeki pasti tidak akan kemana, saya yakin dan percaya rencana Allah lebih baik dari rencana manusiaโ€ pungkasnya.

Pantauan di lokasi, RTLH milik keluarga Satina dan Ismail yang berukuran lebih kurang 7×4 meter berbentuk panggung berdinding dan alas kayu yang sudah tua dengan atap daun rumbia itu di tepati bersama tiga orang anaknya.

Haji Uma Berhasil Memulangkan Warga Aceh Utara yang Sempat Disandera dengan Tebusan 40 Juta Rupiah di Kamboja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร—
ร—