LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Ramadan merupakan momentum yang sarat akan nilai cinta, kepedulian, dan semangat berbagi. Dalam semangat tersebut, Komunitas Keuneubah kembali menggelar program Keuneubah Berbagi Vol.2 sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya berfokus pada kegiatan berbagi takjil, program ini juga menjadi bagian dari upaya komunitas dalam menguatkan dan melestarikan budaya Aceh melalui sajian makanan khas daerah.
Kegiatan yang mengusung tema berbagi makanan khas Aceh untuk berbuka puasa ini dilaksanakan pada 17 Maret 2026 menjelang waktu berbuka. Berlokasi di kawasan pinggiran Cunda Plaza, kegiatan ini menyasar masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Berbeda dengan pembagian takjil pada umumnya, Komunitas Keuneubah memilih untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke rumah-rumah warga. Sasaran utama adalah kaum duafa yang dinilai sering luput dari perhatian. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih bermakna.
Ketua Divisi Keuneubah, Daniel Khumaidi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek berbagi makanan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat sekitar. Setiap donasi yang diberikan tidak hanya menjadi hidangan berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan senyuman bagi penerima,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan (PIC), Ahmad Fairuzi, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar berkat sinergi antara relawan dan dukungan para donatur.
Founder Komunitas Keuneubah, Jihan Fanyra, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Dukungan dari para donatur dinilai menjadi faktor penting dalam terlaksananya program berbagi tersebut.
Melalui program Keuneubah Berbagi Vol.2, Komunitas Keuneubah berharap nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.


