LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Sabtu (30/8), Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (BEM PNL) melakukan konsolidasi terbuka dengan mengundang seluruh organisasi mahasiswa di PNL. Rapat konsolidasi dilaksanakan di kampus PNL mulai dari pukul 15:00 hingga menjelang pukul 18:00 WIB.
Rapat yang dipimpin oleh ketua BEM PNL, Zahrul Ath Thariq dilaksanakan agar para mahasiswa dapat membangun dan mengajak dalam memperjuangkan permasalahan-permasalahan regional dan nasional yang saat ini dialami oleh masyarakat Indonesia.
Selama konsolidasi berlangsung, peserta forum memiliki berbagai pandangan yang berbeda terkait dengan pokok permasalahan yang dibahas. Hasil dari konsolidasi itu sendiri antara lain yaitu :
- Menolak dan Meminta transparansi informasi terhadap pajak bumi dan bangunan di kota Lhokseumawe.
- Menuntut Represifitas Aparat.
- Menolak kenaikan tunjangan DPR karena dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Zahrul mengatakan Konsolidasi yang dilaksanakan di PNL ini dilatar belakangi berbagai insiden. Salah satunya insiden yang menewaskan driver ojek online (ojol) buntut represifitas dan kebrutalan aparat kepolisian pada Kamis (28/8).
“Kami menuntut dan mengecam keras terhadap pihak kepolisian terkait insiden yang menewaskan ojol, dan juga agar demonstran yang ketangkap itu segera dibebaskan, Saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu konsolidasi perlu dilakukan khususnya bagi mahasiswa BEM PNL agar kita semua bisa menyatukan pemikiran dan melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan kita sekarang”. imbuhnya.