Daerah
Beranda | Ingin Pulang, PMI Asal Takengon Jenazahnya Ditemukan di Pinggir Pantai Johor, Haji Uma Bantu Biaya Pemulangan, GAB Bantu Proses, BP3MI Support Ambulans

Ingin Pulang, PMI Asal Takengon Jenazahnya Ditemukan di Pinggir Pantai Johor, Haji Uma Bantu Biaya Pemulangan, GAB Bantu Proses, BP3MI Support Ambulans

LINEAR.CO.IDTAKENGON – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Takengon, Aceh Tengah, bernama Khasnaini Mahara, ditemukan meninggal dunia di Johor, Malaysia, dalam kondisi yang menyisakan banyak kejanggalan. Almarhum yang berusia 26 tahun dan berasal dari Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, ini sebelumnya berencana pulang ke kampung halamannya, namun tak pernah sampai. (27/1/2026)

Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, menyampaikan bahwa pihaknya menerima kabar meninggalnya Kasnaini pada 27 Januari 2026 dari tim yang berada di Malaysia. Begitu informasi diterima, Haji Uma langsung menginstruksikan timnya untuk melakukan penelusuran dan mengurus proses pemulangan jenazah ke tanah air.

“Begitu kami menerima informasi dari keluarga dan tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia, kami langsung bergerak untuk memastikan identitas jenazah dan mengurus seluruh proses pemulangan. Insya Allah besok sore jenazah akan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, sebelum dipulangkan ke Takengon,” kata Haji Uma.

Berdasarkan keterangan keluarga, Khasnaini pada 16 Januari 2026 berniat pulang ke Aceh. Namun, paspornya ditahan oleh majikannya di Johor, tempat ia bekerja sebagai penjual kue di kawasan pusat perbelanjaan. Karena tidak memegang dokumen, almarhum memilih pulang melalui jalur tidak resmi.

Pada hari itu, Khasnaini masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Menjelang pukul 19.30 malam, ia dijemput oleh seorang agen yang menjanjikan akan membawanya dari Johor menuju Batam. Keluarga diminta mentransfer uang sebesar Rp2,5 juta untuk biaya kepulangan. Setelah itu, komunikasi dengan Kasnaini terputus dan nomor teleponnya tidak lagi aktif.

Besaran Gaji P3K Paruh Waktu di Subulussalam Masih dalam Proses

Keluarga kemudian berupaya mencari informasi ke berbagai pihak, termasuk KJRI dan jaringan pertemanan Kasnaini di Malaysia, namun tidak memperoleh kabar. Hingga akhirnya beredar informasi bahwa terdapat jenazah WNI di salah satu rumah sakit di Johor. Tim Haji Uma mendatangi rumah sakit tersebut dan melakukan pengecekan, lalu mengonfirmasi identitas jenazah kepada keluarga. Hasilnya, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Kasnaini Mahara.

Haji Uma mengungkapkan, kondisi jenazah menimbulkan banyak tanda tanya. Terdapat luka-luka berupa sobekan di beberapa bagian tubuh, termasuk di mata dan pelipis. Informasi awal menyebutkan almarhum diduga jatuh dari kapal dan terkena baling-baling. Namun, jenazah ditemukan di pinggir pantai dalam keadaan tas dan KTP masih utuh berada di dekat tubuhnya, sementara telepon genggamnya tidak ditemukan.

“Kondisi ini tentu menimbulkan kecurigaan. Kalau benar jatuh dari kapal dan terkena baling-baling, bagaimana mungkin barang-barang pribadi seperti tas dan KTP masih utuh berada di samping jenazah. Ini harus ditelusuri sampai terang,” ujar Haji Uma.

Untuk mempercepat pemulangan, Haji Uma memutuskan agar proses hukum tidak dilakukan di Malaysia terlebih dahulu agar jenazah tidak tertahan lebih lama. Penelusuran akan dilakukan di Indonesia, terutama terhadap pihak agen dan rekening yang menerima transfer uang dari keluarga korban.

Adapun total biaya pemulangan jenazah, termasuk kargo dari Johor ke Bandara Kualanamu, sebesar Rp22 juta. Dari jumlah tersebut, keluarga almarhum menanggung Rp17 juta, sementara Rp5 juta ditanggung langsung oleh Haji Uma sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.

Capaian UHC Abdya Diakui Nasional, Tempati Peringkat ke-8 Indonesia

Dalam proses pemulangan ini, Haji Uma bersama keluarga juga dibantu oleh jaringan relawan dan masyarakat Aceh di Malaysia yang tergabung dalam Gabungan Aceh Bersatu (GAB) yang ikut mengurus administrasi dan koordinasi di lapangan. BP3MI Aceh turut dilibatkan untuk memfasilitasi ambulans dari bandara hingga ke rumah duka di Takengon.

Jenazah almarhumah dijadwalkan tiba pada Selasa, 28 Januari 2026, di Bandara Internasional Kualanamu menggunakan pesawat Malaysia Airlines pada pukul 16.00 WIB. Setibanya di Kualanamu, jenazah akan diterima oleh Staf DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Fajrin, untuk selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka.

Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu warga Aceh di Malaysia, khususnya kepada tgkJunaidi selaku ketua GAB dan seluruh Tim yang sudah membantu serta BP3MI Aceh, serta semua pihak yang ikut berkontribusi dalam pemulangan almarhum. Ia juga mendoakan agar Kasnaini Mahara ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Haji Uma menegaskan bahwa kematian Kashnaini Mahara tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini bersama aparat penegak hukum agar kebenaran terungkap dan keadilan dapat diperoleh oleh keluarga korban, sekaligus sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Siapkan Kelompok Tani Untuk Dapur MBG
×
×