LINEAR.CO.ID | Banda Aceh – Ketua Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA), M. Geubry Al Fattah Budian, mengecam keras tindakan represif aparat negara terhadap rakyat di Kota Banda Aceh yang akan di gelar senin nanti, termasuk tindakan vandalism yang terjadi. Aksi ini merupakan bagian dari luapan amarah rakyat terhadap kepemimpinan yang zalim di Senayan, sekaligus bentuk kecaman masyarakat atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pihak kepolisian.
“Kami, IKAMBA, dengan tegas menolak segala bentuk tindakan brutal dari pihak manapun. Rakyat Aceh sudah cukup merasakan pahitnya konflik, dan kami tidak ingin ada pertumpahan darah kembali di kota kami,” tegas M. Geubry Al Fattah Budian, Ketua Umum IKAMBA.
IKAMBA menyerukan agar aparat negara tidak melakukan segala bentuk kekerasan terhadap rakyat, serta mengedepankan pendekatan dialogis, humanis, dan bermartabat dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, IKAMBA berharap aksi yang akan digelar pada Senin, 01 September 2025 tetap berlangsung kondusif. Pihak-pihak yang bertanggung jawab, khususnya pejabat DPRA, diharapkan bersedia membuka ruang dialog dengan massa aksi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap aspirasi rakyat Aceh.
“Sekali lagi kami tegaskan, aparat tidak boleh melakukan tindakan represif yang berujung pada pertumpahan darah terhadap mahasiswa maupun pelajar di Kota Banda Aceh. IKAMBA bersama masyarakat akan terus menjaga kota ini,” tutup M. Geubry Al Fattah Budian.