Subulussalam
Beranda | Emak-Emak di Subulussalam Spill Menu Rapelan MBG, Diduga ada Permainan

Emak-Emak di Subulussalam Spill Menu Rapelan MBG, Diduga ada Permainan

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Jagat maya khususnya dilaman branda Facebook daerah Kota Subulussalam, mendadak gempar setelah sejumlah Emak-emak melayangkan protes keras terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), pada hari ini, Senin, (23/2/26).

Sontak menjadi perhatian publik hingga menuai postingan dan komentar hingga memenuhi branda, terkait menu MBG di wilayah Kota Sada Kata itu.

Paket makanan yang harusnya diperuntukkan untuk konsumsi tiga hari di bulan Ramadan 1447 H tersebut, dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 30.000,-

Keriuhan ini bermula saat foto penampakan menu MBG tersebut beredar luas dan memicu perdebatan panas netizen di laman Facebook.

Dengan nilai kontrak yang cukup besar, paket tersebut terpantau hanya berisi satu buah apel, satu jeruk, satu pisang, tiga butir telur rebus, satu kotak susu, tiga bungkus roti, serta dua bungkus kacang untuk jatah tiga hari sekaligus.

Ditengah Defisit, Walikota Subulussalam Malah Sewa Mobil di Jakarta

Warga mempertanyakan rasio antara anggaran dan isi paket yang diterima oleh anak-anak mereka di lapangan. Para emak-emak menilai komposisi tersebut sangat jauh dari standar gizi maksimal yang dijanjikan pemerintah, mengingat menu tersebut harus dibagi untuk kebutuhan energi selama tiga hari ke depan.

Seperti yang disampaikan salah satu emak-emak yang menyoroti keberadaan tiga butir telur dengan kondisi yang telah matang atau dimasak. Para orang tua khawatir mengenai kelayakan konsumsi jika telur rebus tersebut disimpan hingga hari ketiga, karena risiko pembusukan dan hilangnya kandungan gizi yang justru dapat membahayakan kesehatan anak.

“Kami meminta pihak terkait mengecek kembali kadar gizi ini. Kalau telur sudah dimasak untuk jatah tiga hari, berarti yang dua butir lagi disimpan. Itu pasti sudah tidak layak makan di hari berikutnya, apalagi untuk anak-anak,” ujar salah seorang emak-emak yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keresahan ini berbuntut pada tuntutan agar pihak berwenang segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Masyarakat mendesak agar tim pengawas melihat langsung realita di lapangan dan mencocokkan apakah spesifikasi makanan yang diberikan sudah sesuai dengan kontrak pengadaan yang telah disepakati.

Disamping itu, ada pihak yang menduga adanya permainan oknum yang ingin meraup keuntungan pribadi dengan memangkas kualitas gizi makanan bagi generasi muda.

Faedah dan Kelebihan Sholat Malam Tarawih ke-3

Dugaan adanya pengurangan kualitas menu di tengah besarnya anggaran negara menjadi pemicu kemarahan warga yang menginginkan transparansi penuh dalam program strategis ini.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu penjelasan resmi dari pihak pelaksana dan instansi terkait mengenai polemik menu MBG tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menelusuri aliran dana dan kualitas pangan demi menjamin hak gizi anak-anak di Kota Subulussalam terpenuhi secara layak. (*)

ร—
ร—