LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Dr. Anita akhirnya angkat bicara terkait perselisihan yang terjadi antara dirinya dan seorang Kepala Bidang (Kabid) dr Delfi Sanutra, di RSUD Teungku Peukan, Aceh Barat Daya (Abdya).
Menurut dr Anita, persoalan bermula dari urusan surat-menyurat yang seharusnya menjadi tanggung jawab Kabid atau kasi lain.
Namun karena salah satu kasi tengah dipercaya sebagai Plt di Dinas Kesehatan, dr Delfi meminta dirinya untuk mengerjakan surat tersebut.
โWaktu itu saya sanggupi, apalagi rekan sesama kasi sedang berada di Dinas Kesehatan,โ ujar dr Anita, kepada wartawan, Rabu (4-3-2026).
Di saat bersamaan, dr Anita mengaku sedang menyelesaikan persoalan lain yang juga mendesak.
Tak lama kemudian, dr Delfi menemuinya dan menanyakan perihal surat tersebut.ย Ia menjawab bahwa pekerjaannya belum selesai, karena sedang menyelesaikan tugas lain yang harus diselesaikan segera, ditambah kondisi listrik yang sempat padam.
Mendengar jawaban itu, dr Delfi disebut tersulut emosi. Secara spontan, dr Anita menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut sejatinya merupakan tugas kasi lain, dan bukan tanggung jawabnya.
Namun respons itu, justru membuat dr Delfi semakin marah.ย Tidak hanya itu, dr Anita juga mengaku kalau dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan, dan kata-kata yang tidak pantas diucapkan.
โBukan sekali, tapi beberapa kali menyikut bahu saya. Awalnya saya pikir bercanda, karena yang pertama tidak terlalu kuat. Tapi yang kedua itu kuat, sampai saya harus urut karena sakit.
Ditambah lagi kata-kata kasar yang tidak pantas itu, yang tidak bisa saya terima,โ ungkapnya.
Tak berhenti di situ, dr Anita menyebutkan kalau dr Delfi kembali mendatanginya ke ruangan dan melontarkan kata-kata bernada ancaman.
โItulah yang menyebabkan saya melapor. Karena ada kata-kata kasar dan ancaman yang tidak bisa saya terima,โ katanya.
Sebagai seorang perempuan, ia mengaku tindakan fisik dan ucapan kasar tersebut sangat mengganggu mental dan psikologinya.
โKalau sekadar teguran biasa sebagai atasan ke bawahan, saya siap menerima. Tapi kalau sudah main fisik, itu tidak baik. Saya melapor (ke polisi) agar kejadian serupa tidak menimpa yang lain,โ tegasnya.
Ia juga membantah kabar bahwa dr Delfi pernah mendatangi rumahnya untuk menempuh jalan damai.
โKalau itu tidak ada. Yang datang Pak Sekda dan Pak Direktur. Kalau dia langsung tidak, yang ada oknum menghubungi atasan suami saya,โ jelasnya.


