LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Tiga SPBU di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih dipadati pengendara. Mereka mengantre untuk membeli BBM yang sulit didapat pasca banjir di beberapa wilayah Aceh. Kamis (04-12-2025)
Pantauan Linear.c.id di beberapa SPBU di Gampong Keude Paya, Gampong Pate Perak dan Babahrot, antrian baik roda dua mapun roda empat mengular hingga satu kilo lebih.
Seorang warga, Rahmat mengaku mengantre hingga dua jam di SPBU Susoh.
“Hampir dua jam lah. Karena antriannya cukup panjang”. Katanya
Rahmat mengaku, dirinya terpaksa mengantre karena sepeda motornya sudah mogok dan kehabisan bahan bakar.
Warga lainnya, Iqbal mengaku heran kenapa antrean di banyak SPBU mengular hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
“Katanya karena banjir, tapi kok lama kali kondisinya begini. Biasanya antrenya enggak sepanjang ini. Kalau gini arus lalu lintas pun terganggu,” tambahnya.
Menurut Iqbal, beberapa warga yang sudah mengantri berjam-jam sempat saling bersitegang ditambah cuaca panas.
Ia berharap pemerintah dan Aparat Penegak hukum dapat segera mengatasi kondisi panjangnya antrean di SPBU.
” Hal ini terpaksa antri karena jika beli di enceran harga nya sudah tidak wajar lagi. Jadi kalau bisa segera lah diatasi,” tutupnya.
Beli enceran Rp 35 hingga 40 rbu/liter.
Sementara itu, beberapa oknum juga turut memanfaatkan susahnya untuk mendapatkan BBM di kalangan masyarakat. Beberapa pengendara bahkan terpaksa membeli dengan harga Rp 40 ribu per liter untuk Pertalite.
“Beli Rp 40 ribu per liter pertalite dalam botol (eceran) daripada habis tidak bisa jalan. Tadi pun kami beli udah mau habis BBM di kedainya, di daerah Kuala Bate dan sekitarnya”.
” Kita menyesalkan dengan fenomena ini betul-betul di manfaatkan oleh orang-orang jail. Disaat orang susah oleh bencana alam ada yang mengambil keuntungan”.(*)


