Abdya
Beranda | Anggota DPRA Romi Syah Putra Tegas Tolak Korporasi Tambang di Kuala Batee

Anggota DPRA Romi Syah Putra Tegas Tolak Korporasi Tambang di Kuala Batee

Foto : Anggota DPRA Romi Syah Putra.

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Penolakan terhadap PT Abdya Mineral Prima terus mengalir dari berbagai pihak.

Kali ini penolakan itu dari wakil Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan (Dapil) IX, Romi Syah Putra, menyatakan sikap tegas menolak kehadiran PT Abdya Mineral Prima di Aceh Barat Daya (Abdya).

Ia menilai aktivitas tambang emas akan membawa dampak buruk bagi masyarakat.

“Kehadiran perusahaan tambang emas tersebut berpotensi merusak lingkungan, mengancam sumber mata pencaharian rakyat, serta menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat,” ujar Romi kepada AJNN, Jumat, (29-08- 2025).

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan Forbes menuntut tiga hal utama. Pertama, mendesak Pemerintah Kabupaten Abdya untuk tidak memberi ruang operasional bagi PT Abdya Mineral Prima.

Dugaan Korupsi Bimtek di DPMP4, Pimpinan Dewan Abdya Minta APH Usut Tuntas

Kedua, kata dia, meminta Pemerintah Aceh segera mencabut izin usaha pertambangan (IUP) yang telah dikeluarkan. Ketiga, menyerukan agar pemerintah daerah berpihak pada masyarakat dengan menolak seluruh aktivitas tambang yang dinilai merugikan rakyat dan lingkungan.

Menurut Romi, keputusan pembangunan yang tidak melibatkan rakyat sama dengan pengkhianatan.

“Demi menjaga kelestarian alam dan masa depan generasi Abdya, kami siap berdiri di garda terdepan untuk menolak kehadiran PT Abdya Mineral Prima,” ucapnya.

Sikap Forbes DPR Aceh Dapil IX ini menambah daftar panjang penolakan warga terhadap rencana eksplorasi emas di Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Sebelumnya, masyarakat tujuh desa di kecamatan itu juga memasang spanduk protes dan menyatakan penolakan terbuka terhadap perusahaan tambang tersebut.(*)

Kementrian Kehutanan Verifikasi Usulan Tiga KTH di Abdya
×
×