Subulussalam
Beranda | Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Provinsi di Sigrun Padahal Baru Selesai Dikerjakan

Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Provinsi di Sigrun Padahal Baru Selesai Dikerjakan

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Infrastruktur pembangunan jalan Provinsi di wilayah Kampong Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat pengguna jalan, Minggu, (11/10/26).

Pasalnya, salah satu ruas jalan provinsi penghubung Aceh bagian Barat Selatan (Barsela) menuju Provinsi Sumatera Utara yang baru saja tuntas dikerjakan justru dilaporkan sudah kembali mengalami kerusakan. Fenomena ini pun memicu kekecewaan dari pengguna jalan yang sejatinya mendambakan akses transportasi mulus dan tahan lama.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, sejumlah titik pada badan jalan tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti aspal yang mulai mengelupas dan retakan yang cukup signifikan.

Padahal, proyek pengerjaan jalan itu baru saja dinyatakan selesai, namun kualitasnya kini dipertanyakan oleh publik. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan harapan warga yang sebelumnya optimis akan perbaikan akses transportasi tersebut.

Warga yang melintas badan jalan tersebut mengaku heran dengan ketahanan infrastruktur yang baru saja diperbaiki itu. Mereka menilai bahwa kerusakan yang muncul dalam waktu singkat mengindikasikan adanya masalah pada kualitas material atau prosedur pengerjaan.

Kota Subulussalam Dikepung Perusahaan Sawit dan PKS, Realisasi PAD Masih Minim

“Kami sebagai Pengguna jalan merasa sangat dirugikan karena jalan yang seharusnya nyaman dilalui justru kembali berisiko memicu kecelakaan akibat tekstur yang tidak rata dan telah berlubang,” ujar Ogek pengguna jalan.

Tidak hanya itu, masyarakat pengguna jalan ini juga turut mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tingkat provinsi, segera melakukan peninjauan kembali ke lokasi.

“Terkait kejadian ini sangat diperlukan adanya evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor pelaksana agar kerusakan tersebut segera diperbaiki melalui masa pemeliharaan,” tambahnya.

Mirisnya, papan informasi pekerjaan juga tak ditemukan di lokasi pekerjaan. Oleh karena itu, transparansi mengenai anggaran dan spesifikasi teknis proyek juga diharapkan dapat dibuka agar masyarakat bisa ikut serta dalam mengawasi pembangunan infrastruktur di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memastikan jalan provinsi di Subulussalam tersebut diperbaiki dengan standar kualitas yang lebih baik agar tidak terus-menerus mengalami kerusakan pasca-pengerjaan. (*)

Kapolres Subulussalam Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut di Tanjakan Kedabuhan

ร—
ร—