LINEAR.CO.ID | KUALA SIMPANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program DPD RI Peduli kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut difokuskan untuk kebutuhan pascabanjir sekaligus membantu persiapan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Bantuan DPD RI Peduli ini merupakan hasil partisipasi dan kepedulian seluruh anggota DPD RI dari berbagai daerah di Indonesia terhadap masyarakat Aceh yang dilanda bencana. Dalam penyalurannya, Haji Uma secara langsung menyerahkan bantuan kepada warga Desa Seubeubok Aceh, Kecamatan Bendahara, serta beberapa desa lainnya di Aceh Tamiang yang terdampak banjir.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, sajadah, mukena, serta kain sarung. Selain itu, turut diserahkan bantuan uang tunai sebesar Rp5.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih dalam tahap pemulihan pascabanjir, sekaligus menunjang kebutuhan ibadah masyarakat menjelang Ramadan.
Haji Uma mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran negara melalui DPD RI di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “DPD RI melalui program DPD RI Peduli berupaya hadir dan membantu masyarakat, khususnya warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Bantuan ini kami fokuskan untuk kebutuhan pascabanjir dan persiapan menyambut bulan Ramadan,” ujar Haji Uma.
Ia menambahkan, dukungan dari seluruh anggota DPD RI se-Indonesia menunjukkan kuatnya semangat solidaritas kebangsaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ini adalah hasil partisipasi anggota DPD RI dari seluruh Indonesia. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memberi manfaat bagi warga penerima,” katanya.
Selain itu, Haji Uma juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, dampak banjir masih dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah Aceh. “Korban banjir di Aceh masih membutuhkan perhatian dan bantuan. Solidaritas dan empati seperti ini harus terus dirawat agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.


