LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), resmi mulai beroperasi pada Senin (2-2-2026).
Dapur ini berada di bawah naungan Yayasan Saudagar Rakyat Aceh (SURA) dengan nomor registrasi BGN UGBF3QFX, dan siap melayani ribuan penerima manfaat di wilayah Blangpidie dan Setia.
Pengelola Dapur MBG SPPG Alue Dama, Muhammad Haris, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga operasional dapur tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan bekerja keras dalam menyukseskan pembangunan dapur MBG SPPG Alue Dama ini. Tanpa kerja sama dan dedikasi Bapak-Ibu sekalian, program ini tidak akan berjalan sebaik hari ini,” ujar Muhammad Haris.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Rahmat selaku Person in Charge (PIC), Said selaku Kepala SPPG Alue Dama, serta seluruh tim yang terlibat sejak tahap persiapan hingga operasional.
Dalam pelaksanaannya, Dapur MBG SPPG Alue Dama menyalurkan sebanyak 2.473 porsi dompreng setiap hari kepada 19 titik layanan yang tersebar di wilayah Blangpidie dan Kecamatan Setia.
Selain memberikan layanan gizi, dapur ini juga membuka 51 lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
“Operasional dapur ini bukan hanya soal pelayanan makan bergizi, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Haris menegaskan komitmen SPPG Alue Dama untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal Aceh Barat Daya dalam seluruh rantai penyediaan bahan pangan.
“Ke depan, kami menekankan agar dapur MBG ini menggunakan beras dari petani Abdya, cabai dari petani Abdya, ikan dari nelayan Abdya, serta ayam dari peternak Abdya. Dengan cara ini, rantai ekonomi berputar di daerah kita sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bentuk nyata bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Petani hidup, nelayan hidup, peternak hidup, dan sekolah-sekolah kita pun ikut merasakan manfaatnya. Inilah esensi dari program makan bergizi gratis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai yayasan pengelola, SURA juga memegang prinsip bahwa setiap keuntungan dari program harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Setiap keuntungan yang dialokasikan dari program ini akan kembali kepada masyarakat. Kebermanfaatan harus nyata,” kata Haris.
Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Aceh, H. Syamsidiq Ibrahim, menyampaikan bahwa Yayasan Saudagar Rakyat Aceh telah berpengalaman membangun dan mengelola sejumlah dapur MBG di berbagai daerah.
Ia menegaskan bahwa SURA berkomitmen kuat untuk memberdayakan sumber daya lokal, baik dari sisi bahan makanan maupun tenaga kerja.
“Kami memastikan mitra benar-benar berkomitmen menggunakan produk lokal dan mempekerjakan masyarakat setempat. Tujuannya jelas, meminimalkan pengangguran dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Syamsidiq.
Apresiasi juga disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Aceh Barat Daya, Jufri S.Ag, MM, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Abdya.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada Badan Gizi Nasional, Yayasan Saudagar Rakyat Aceh, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan SPPG Alue Dama.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas berdirinya satuan pelaksanaan pelayanan gizi ini. Kehadiran SPPG bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Jufri menekankan bahwa persoalan gizi, khususnya bagi ibu dan anak, merupakan isu strategis yang sangat menentukan masa depan daerah.
“Anak-anak yang tumbuh dengan gizi yang baik akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Sebaliknya, jika persoalan ini diabaikan, dampaknya akan membebani pembangunan daerah dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia berharap SPPG Alue Dama dapat menjadi pusat layanan gizi yang profesional, berkelanjutan, serta tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak. Apa yang kita saksikan hari ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Acara peresmian Dapur MBG SPPG Alue Dama turut dihadiri oleh Ketua Kadin Abdya, H. Hasrul Hasan, unsur pemerintah daerah, serta undangan lainnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan santunan anak yatim Kecamatan Setia, sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Dengan beroperasinya Dapur MBG SPPG Alue Dama, diharapkan program makan bergizi gratis di Aceh Barat Daya dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi sekaligus penguatan ekonomi lokal.


