LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam kelola dana darurat dampak banjir yang bersumberkan dari Bantuan Presiden (Banpres) sebesar, Rp. 800 Juta Rupiah, ini peruntukannya. Senin, (26/1/26).
Anggaran darurat sebesar Rp. 800 juta di BPBD ini, dialokasikan dalam pengadaan sarana maupun prasarana di BPBD, berupa 7 unit Genset serta Tenda Darurat dan alat telekomunikasi.
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam H Ramadhan ST MM, mengatakan seluruh pengadaan barang dan jasa di realisasikan ke Pesantren yang terdampak bencana banjir.
“Ketujuh genset tersebut, enam diperuntukkan ke Pesantren dan satu unit merupakan stok di BPBD,” sampai Ramadhan, Kepala BPBD Subulussalam.
Ramadhan memastikan, seluruh pengalokasian Genset ini, terhadap Pesantren yang merupakan terdampak banjir, yang tersebar di Kota Subulussalam.
“Seluruh Pesantren penerima Bantuan Presiden ini, merupakan terdampak banjir, berdasarkan laporan BPBD yang telah di SK kan oleh Walikota Subulussalam,” sebut Ramadhan.
Terkait harganya, Ramadhan mengatakan. Berdasarkan harga pengadaan di E Katalog sebesar Rp. 77 Juta Rupiah per Gensetnya.
Namun ditambahkannya, pada saat pengadaan akan disesuaikan dengan yang ada di kontrak serta di sesuaikan dengan hasil pemeriksaan Inspektorat.
“Rp. 77 Juta ini, merupakan harga maksimal di E Katalog Subulussalam. Berdasarkan spesifikasi yang nantinya akan kita periksa kembali bersama dengan Inspektorat. Kemarin, kita membeli Genset itu seharga Rp. 50 jutaan diluar ongkos,” tandas Ramadhan.
Masih kata Ramadhan, saat ini pihaknya tengah dalam tahap proses pengadaan. Ia menegaskan, tidak ada kendala dalam pengadaan Banpres tersebut. menurutnya, karena akhir tahun sehingga berbenturan dengan pengiriman.
Perlu diketahui, terdapat sebanyak 28 Desa/Kampong yang terdampak banjir pada akhir 2025 di Kota Subulussalam. Keseluruhan dana darurat tersebut sebesar Rp. 5,1 Miliar, bantuan darurat ini diperoleh dari Bantuan Presiden, Rp. 4 Miliar, Bantuan Provinsi Aceh Rp. 97 Juta dan Bantuan dari Kabupaten Bandung Rp. 25 Juta serta Surabaya Rp. 1 Milyar.


