LINEAR.CO.ID | JAKARTA – IMAPA Jakarta mengecam keras keputusan pemerintah pusat yang tidak menetapkan banjir dan longsor yang melanda Aceh serta wilayah lain di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional, meskipun data terkini menunjukkan dampak luas dan korban jiwa yang signifikan.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 November 2025, dari total 174 korban meninggal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 35 korban jiwa tercatat di Aceh, disertai 25 orang hilang dan 8 orang luka-luka.
Di Aceh pula, tercatat sekitar 4.846 Kepala Keluarga (KK) kini mengungsi akibat banjir dan longsor, dengan dampak luas di banyak kabupaten kota, akses jalan dan komunikasi terganggu, serta ribuan rumah dan fasilitas dasar rusak.
Bagi IMAPA Jakarta, penolakan status bencana nasional berdasarkan klaim bahwa “struktur daerah masih mampu menangani” jelas tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Data korban jiwa dan besarnya pengungsi di Aceh menunjukkan bahwa bencana ini berada di luar kapasitas daerah semata. Penetapan status bencana nasional bukan sekadar label formal melainkan instrumen penting agar seluruh sumber daya negara bisa dikerahkan tanpa hambatan birokrasi, untuk evakuasi, penyelamatan, bantuan, dan pemulihan.
Ketua IMAPA Jakarta, Sulthan Fansuri Selian, menyampaikan: “Dengan 35 jiwa tewas, puluhan warga hilang, dan ribuan keluarga terdampak di Aceh, ini bukan soal administratif semata. Ini soal nyawa, keselamatan, dan tanggung jawab negara terhadap rakyat. Negara harus hadir dengan kekuatan penuh.
Kami mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional agar penanganan bisa dilakukan secara cepat, komprehensif, dan terkoordinasi.”
IMAPA Jakarta juga mendesak agar penanganan pascabencana dilakukan dengan melibatkan masyarakat sipil, organisasi kemanusiaan, serta komunitas lokal, agar bantuan dan rehabilitasi tepat sasaran dan memperhatikan aspek keadilan sosial. Bantuan sementara saja tidak cukup, diperlukan rencana pemulihan jangka panjang untuk akses layanan dasar, rumah layak huni, dan restorasi mata pencaharian warga terdampak.
Sebagai organisasi mahasiswa yang vokal dalam isu keadilan sosial, IMAPA Jakarta akan terus mengawal perkembangan serta memastikan bahwa suara masyarakat korban bencana tidak tenggelam, dan bahwa negara benar-benar hadir di saat rakyat paling membutuhkan. Kami menyerukan kepada pemerintah pusat: bertindaklah sekarang, jangan biarkan penderitaan warga Aceh dan Sumatera terus berlarut tanpa respons maksimal.


