Lhokseumawe

Polisi Amankan Pengedar Narkoba Beserta Barang Bukti di Aceh Timur

70
×

Polisi Amankan Pengedar Narkoba Beserta Barang Bukti di Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
Polisi Amankan Pengedar Narkoba Beserta Barang Bukti di Aceh Timur
Polisi Amankan Pengedar Narkoba Beserta Barang Bukti di Aceh Timur

LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Sempat kabur saat dilakukan penangkapan, Pihak kepolisian Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan salag satu pria yang di duga pengedar narkoba pada Kamis (30/11/2023) sekira pukul 16.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto melalui Kasat Narkoba, AKP Wijaya Yudi Stira Putra mengatakan, pengeedar yang diamankan yakni FK (42).

“FK diamankan di Desa kuala Geulumpang, Kecamatan Julok, Aceh timur,” kata AKP Wijaya dalam keterangan yang dilansir KOALISI.co, Selasa (5/12/2023).

Dikatakan Kasat, pengungkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka FK kerap melakukan transaksi sabu dalam jumlah besar di Lhokseumawe.

“Setelah menerima informasi tersebut,  tim kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di gubuk di pinggir tambak ikan,” ujar Kasat.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan bahwa saat penangkapan, tersangka pengedar narkoba FK sempat melarikan diri dengan cara melompat ke sungai dan akhirnya berhasil diamankan petugas.

“Setelah menangkap tersangka, tim kemudian melakukan penggeledahan di dalam gubuk dan berhasil menemukan 2 kilogram sabu yang dibungkus dalam kemasan plastik teh warna hijau yang bertuliskan GUANYINWANG,” jelas Kasat.

Saat diintrogasi, tersangka mengaku bahwa barang haram tersebut didapatkan dari tersangka M yang saat ini masih diburu sebagai DPO.

“Saat ini tersangka berseta barang bukti berupa 1 unit Sepmor Vario, dan sabu sudah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut,” tambah Kasat.

Kasat menjelaskan, atas perbuatannya, tersangka FK akan dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Dalam pasal ini, tersangka diancaman pidana penjara paling singkat selama 6 tahun dan paling lama hingga 20 tahun,” pungkasnya AKP Wijaya Yudi Stira Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *