Daerah

Pasien di RSUTP Abdya Harus Tunggu Berjam- Jam Untuk Berobat

269
×

Pasien di RSUTP Abdya Harus Tunggu Berjam- Jam Untuk Berobat

Sebarkan artikel ini
RSUTP Abdya

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Pasien pada Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya) semakin membludak dan antrian di apotik pengambilan obat.

Pemandangan seperti ini seperti sudah lumrah di setiap harinya. Bahkan pasien harus antri untuk menunggu giliran pemanggilan untuk diperiksa. Senin (19/09/2022)

Menurut Zaidi hampir tiap hari pasien di rumah sakit melebihi kapasitas, sehingga pasien terpaksa harus antri untuk mendapat pelayanan tempat maupun medis.

“Bayangkan, jika setiap hari pasien hampir 2 kali lipat dari hari-hari normal, bahkan kita bukan hanya 1 jam saja untuk antrian pengambilan obat,” kata Zaidi warga Simpang Gadeng kecamatan Babahrot.

Menurutnya, RSUTP harus berbenah terkait pelayan terhadap masyarakat.

” Apalagi kami yang berasal dari Babahrot, butuh satu jam untuk ke RS, jika sudah sampai maka kami harus menunggu lagi, kalau 1 jam ga masalah kadamg kadang sudah berjam jam kita menunggu,” Ungkapnya

Direktur RSUTP Abdya dr. Ismail Muhammad, membenarkan memang pasien untuk saat ini sangat banyak.

” Namun masyarakat harus sabar dan tetap kita layani dengan maksimal,” Kata Direktur RSUTP

Stok Kantong Darah Kurang, Pj Bupati Abdya Sidak RSU-TP Abdya

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), H. Darmansah bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Teungku Peukan RSU-TP Abdya, Sabtu, (27/8/2022).

Dalam Sidak yang didampingi oleh Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad, Kepala Dinas Kesehatan, Safliati dan sejumlah pegawai serta staf di RSU-TP itu, Pj bupati mendapati laporan bahwa di RSU-TP kerab terjadi kekurangan kantong darah untuk kebutuhan pasien.

Akibatnya, banyak keluarga pasien harus mencari pendonor sendiri untuk membantu pihak rumah sakit mencarikan relawan yang mau mendonorkan darah sesuai kebutuhan pasien.

Laporan yang diterimanya dari pihak rumah sakit, setiap bulan RSU-TP Abdya membutuhkan sebanyak 300 kantong darah. Jumlah ini selalu kurang setiap bulannya. Selain itu juga ada laporan fasilitas Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga pelu di perhatikan.

“Tadi Direktur RSUTP Abdya melapor bahwa rumah sakit kita kekurangan kantong darah setiap bulannya. Ini tentu harus kita tanggapi segera,” kata Pj bupati Darmansah, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Soal ini, Pj Bupati Darmansah mengatakan akan mengagendakan donor darah rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab setempat. Selain itu juga akan membangun komunikasi dengan intansi vertikal untuk dijadwalkan donor darah rutin.

“Kalau semua ASN rutin donor pasti dapat menjawab kebutuhan kantong darah. Nanti kita coba rutinkan setiap dinas dan badan,” ucap Pj Bupati.

Sementara soal fasilitas PMI, Pj meminta pihak PMI untuk menyiapkan berkas yang akan dibawanya hari ini ke pusat untuk permohonan mobil PMI yang punya fasilitas lengkap.

“Dengan mobil fasilitas lengkap tentu pihak PMI bisa langsung menjemput ke daerah-daerah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *