Industri

Senyum Bocah Perempuan di Pintu Rumah Semi Permanet

61
×

Senyum Bocah Perempuan di Pintu Rumah Semi Permanet

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

LINEAR INDUSTRI – Cuaca di pagi itu sangat cerah, mentari yang mulai naik membuat suasana jalan yang berbatu semakin berdebu. Desiran angin berhembus di sela-sela perpohonan telah mengantarkan penulis ke sebuah rumah semi permanen berwarna putih dan biru di Dusun SP IVDesa Gampong Lhee, Pedalaman Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Ketika penulis menghampiri rumah tersebut, seorang anak perempuan berdiri persis di pintu rumahnya. Rawut wajahnya dan senyumannya, seakan penuh tanya siapa gerangan tamu yang akan singgah di rumahnya.

Alamat penulis tuju tidak salah lagi, karena di dinding rumah yang terletak di atas bukit di Dusun SP IV Desa Gampong Lhee itu, terlihat ada sebuah plang dengan tulisan rumah tersebut adalah rumah bantuan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Medco E&P Malaka.

Rumah itu milik Razali Bin Harun (43) seorang petani miskin yang hari-harinya bekerja sebagai buruh kebun dan petani sawah dengan penghasilan pas-pasan. Razali Bin Harun adalah salah satu potret kehidupan warga miskin yang mendiami kawasan lingkar tambang PT. Medco E&P Malaka. Razali sangat beruntung, karena beliau adalah salah satu warga yang mendapat suport bantuan rumah dari perusahaan migas tersebut pada tahun 2018.

Saat penulis mewawancarainya sambil menikmati sajian kopi dari pemilik rumah sebagai bentuk memulikan tamu tentang latar belakang kehidupannya. Razali mengatakan, sebelum dia mendapat bantuan rumah dari PT. Medco, Dia bersama istri dan empat anaknya sama sekali tidak memiliki rumah.

Sebelumnya, pria kurus tinggi itu mengaku bahwa tidak pernah terbesit dipikirannya mampu membangun sebuah rumah layak huni seperti tempat tinggalnya saat ini. Razali yang hari- harinya berpeluh bekerja sebagai buruh kebun dan petani dengan penghasilan pas-pasan.

 “Kala itu jangankan untuk membangun sebuah rumah semi permanen seperti ini, untuk makan saja sulit,” kisah Razali.

“Alhamdulillah berkat doa-doa kami, pada tahun 2018 saya berkesempatan mendapat sebuah rumah semi permanen bantuan PT. Medco, inilah rumah tempat kami merajut kehidupan bersama keluarga saat ini,” ujar Razali mengharukan.

Razali mengaku, bantuan rumah dari dana CSR PT. Medco sangat membantu keluarga dalam meningkatkan taraf hidupnya. 

“Hari ini anak-anak saya sangat gembira, meski saat ini saya sebagai petani dengan pendapatan yang pas-pasan, akan tetapi saya sangat bersyukur karena telah mempunyai sebuah rumah yang layak huni. Sehingga kami sekelurga dapat melangsungkan hidup dengan damai dan tidak perlu menumpang di rumah famili, ” kata Razali Bin Harun

Razali dipunghujung ceritanya, kepada penulis juga mengucapkan rasa terima kasih sebesar- besarnya kepada PT. Medco yang telah membantu pembangunan rumah layak huni kepada dirinya. 

“Kita berharap investasi Migas yang ada di kawasan ini memberi dampak untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, seperti yang saya rasakan ini,” pungkas Razali.

Razali bukanlah satu-satunya warga lingkar tambang yang mendapat bantuan rumah dari dana CSR perusahaan Migas Bloc A tersebut. Karena setiap tahunnya PT. Medco E&P Malaka, mengucurkan anggaran CSR nya untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat seperti pembangunan rumah layak huni.

Pada tahun 2018-2019, PT. Medco E&P Malaka, telah membangun dan merenovasi sedikit 16 unit rumah masyarakat wilayah lingkar perusahaan, temasuk salah satunya rumah milik Razali Bin Harun di Desa Gampong Lhee pedalaman Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Selain pembangunan rumah layak huni. Perusahaan Migas yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur ini juga mengucurkan bebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lainnya. Termasuk peningkatan sektor pertanian organik, pembangunan rumah edukuasi bagi anak-anak dan kaum perempuan serta pemberdayaan sektor lainnya. (*)

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *