Abdya

Diguyur Hujan Lebat, Empat Kecamatan di Aceh Selatan Dikepung Banjir, 251 Jiwa Mengungsi

81
×

Diguyur Hujan Lebat, Empat Kecamatan di Aceh Selatan Dikepung Banjir, 251 Jiwa Mengungsi

Sebarkan artikel ini

LINEAR.CO.ID | ACEH SELATAN – Diguyur hujan lebat, tiga kecamatan di kabupaten Aceh Selatan terendam banjir. Akibatnya 251 warga kabupaten itu terpaksa harus mengungsi. Sebelumnya khusus di Aceh Selatan memang sedang dilanda cuaca ektrem. Senin (20-11-2023)

Selain itu juga, rekaman vidio amatir terkait banjir dari warga sudah menyebar ke sejumlah grub whatsapp.

Banjir yang merendam tiga kecamatan di wilayah Aceh Selatan merupakan banjir kiriman dari banjir yang terjadi wilayah Aceh Tengggara beberapa hari yang lalu.

Letak geografis wilayah Kabupaten Aceh Selatan berada pada hilir sungai menyebabkan luapan sungai Lawe Soraya di wilayah Sultan Daulat Pemko Subulussalam mengalir hingga Sungai Lee Soraya.

Bedasarkan data mutakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan pada Minggu (19/11) pukul 19.00 WIB mencatat luapan air sungai menggenang di Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah, dan Trumon.

Ketinggian muka air bervariasi di tiap lokasi kecamatan terdampak antara 30 hingga 120 cm.

Saat ini petugas gabungan sedang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, pada Minggu (19/11/2023).

Situasi banjir terkini, hujan di kabupaten itu belum reda hingga malam bedasarkan rekeman vidio yang di kirim oleh warga kepada media ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, saat dihubungi, Senin (20/11/2023) mengatakan air masih naik menggenangi permukiman penduduk dengan ketinggian maksimal 120 centi meter.

Saat ini BPBD Kabupaten Aceh Selatan terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir. Tim gabungan mendirikan pos pengungsian yang dipusatkan di Kompi Brimob Ie Jeureneh serta beberapa shelter di tiap kecamatan. Dapur umum telah didirikan untuk pemenuhan kebutuhan pangan para pengungsi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *