RELIGI

Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa

72
×

Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa

Sebarkan artikel ini
Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa
Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa

LINEAR.CO.ID – Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan dalam agama Islam, di mana umat Muslim di seluruh dunia menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, puasa tidak semata-mata tentang menahan diri dari makan dan minum; lebih dari itu, puasa Ramadan adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa, meningkatkan kesadaran akan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung, serta meningkatkan ibadah dan kebajikan.

Salah satu unsur kunci dalam memulai puasa Ramadan adalah niat. Niat adalah keputusan batin untuk melakukan suatu tindakan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Tanpa niat yang jelas dan tulus, puasa tidak akan sah. Niat puasa Ramadan haruslah diucapkan sebelum terbit fajar dan sebelum waktu imsak. Niat ini harus bersifat tulus dan murni, semata-mata karena Allah SWT.

Setelah seharian menahan lapar dan haus, saat matahari terbenam dan waktu berbuka puasa tiba, umat Muslim dianjurkan untuk mengakhiri puasanya dengan doa berbuka. Berbuka puasa adalah momen yang dinanti-nantikan, di mana orang-orang dapat merasakan nikmatnya makanan dan minuman setelah seharian menahan diri.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Membaca doa saat berbuka puasa bukan hanya sebagai tindakan rutin, tetapi juga sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang diberikan kepada umat-Nya. Dengan mengucapkan doa ini dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan, umat Muslim diharapkan akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Dalam kesimpulannya, puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama, serta meningkatkan spiritualitas dan kesadaran diri. Dengan niat yang tulus dan doa yang sungguh-sungguh, puasa Ramadan akan menjadi lebih bermakna dan berarti bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *